Jumat, 29 Juli 2011

MAKANAN UNTUK MENCEGAH KANKER

ANDA akan merasa terkejut kalau menyadari betapa besar peran beberapa jenis sayuran dan buah-buahan untuk mencegah timbulnya kanker.

DIET, atau pola makan seseorang, sekarang ini dianggap sebagai salah satu senjata sangat ampuh untuk mencegah kanker. Institut Kanker Nasional Amerika memperkirakan, hingga sepertiga dari semua jenis kanker yang menyerang manusia ternyata ada hubungan erat dengan pola makan seseorang.

Suatu riset yang diadakan belum lama ini mengindikasikan, jenis-jenis makanan tertentu yang Anda santap setiap hari, mungkin bisa menurunkan risiko Anda dari serangan kanker.

Penyakit kanker itu tumbuh dan terbentuk dalam jangka waktu lama. Ini berarti Anda memiliki waktu bertahun-tahun, bahkan berpuluh tahun, untuk menghindarkan atau sebaliknya, merangsang tumbuhnya kanker dalam tubuh.

Para peneliti menemukan bukti-bukti kuat, apa yang Anda makan bisa sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan kanker dalam berbagai tingkatan. Jelasnya jenis-jenis makanan tertentu bisa memblokir zat-zat kimia yang merangsang tumbuhnya kanker.

Zat antioksidan yang dikandung dalam beberapa jenis vitamin dan mineral, bisa berkhasiat mematikan oksigen radikal bebas, suatu zat yang diperkirakan membuat sel-sel tubuh menjadi rapuh terhadap serangan kanker. Dan yang lebih penting lagi, zat antioksidan itu bahkan mampu memperbaiki kerusakan-kerusakan seluler yang telah terjadi.

Beberapa jenis makanan tertentu, utamanya kulit ari gandum, terbukti berhasil mematikan sel-sel yang terserang kanker pada tingkatnya masih dini.

Suatu penelitian di 17 negara menunjukkan negara-negara yang penduduknya paling banyak makan sayuran dan buah-buahan, tingkat terjangkitnya penyakit kanker hanya separohnya dari negara-negara yang paling sedikit makan buah dan sayuran. Dalam hal itu termasuk jenis-jenis kanker paru-paru, payudara, usus besar, pankreas, leher rahim, rongga mulut, perut, kandung kemih dan kanker rahim.

Terbukti hasil-hasil dari beberapa penelitian menunjukkan, dengan makan buah dan sayuran secara teratur bisa menurunkan risiko terserang kanker paru-paru, bahkan pada perokok sekali pun.

"Sungguh, sangat mengejutkan," kata Tim Byers, seorang ahli epidemilogi pada Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit Kanker Amerika. "Buah-buahan dan sayuran yang biasa kita makan sehari-hari terbukti sangat efektif untuk melawan zat-zat yang bersifat karsinogen (menyebabkan terjadinya kanker), seperti misalnya asap rokok," tambahnya.

Salah satu zat antioksidan paling banyak diteliti, yang dikandung dalam sayuran dan buah-buahan dan diduga berfungsi sebagai pelindung terhadap kanker ialah beta-karotin, yang banyak dikandung dalam sayuran berwarna hijau tua, oranye, dan kuning seperti misalnya wortel, kentang manis, dan bayam. Buah-buahan yang kaya kandungan beta-karotin termasuk di antaranya apricot dan blewah.

Dalam penelitian di laboratorium Universitas Harvard bisa diketahui, beta-karotin mempunyai pengaruh bisa meracuni secara langsung terhadap sel-sel yang diambil dari berbagai tumor ganas. Zat tersebut telah terbukti juga berpengaruh menurunkan laju pertumbuhan sel-sel kanker paru-paru.

Penelitian-penelitian lebih lanjut menunjukkan, beta-karotin bisa berubah bentuknya didalam tubuh menjadi asam retinoic, sejenis zat yang sering digunakan untuk mengobati jenis-jenis kanker tertentu.

Buah dan Sayuran

INILAH buah-buahan maupun sayur-sayuran yang diketahui mengandung unsur-unsur kimia pelawan kanker, yakni :

1. Tomat : Salah satu komponen dalam tomat yang diduga mampu menurunkan risiko dari serangan kanker adalah lycopene, yaitu pigmen yang membuat tomat berwarna merah. Lycopene salah satu zat antioksidan pelawan kanker, juga dikandung dalam buah semangka dan aprikot.

Kalau di dalam darah kita hanya mengandung sedikit lycopene, hal itu bisa menyebabkan tubuh kita berisiko tinggi terkena serangan kanker pankreas.

Lycopene juga terkandung dalam produk-produk makanan dari bahan tomat, termasuk saus tomat, pasta tomat dan saus tomat.

2. Sayuran Hijau : Suatu penelitian yang dilakukan di Italia menunjukkan, sayuran yang berwarna hijau tua mempunyai khasiat menurunkan risiko dari serangan kanker jenis-jenis tertentu. Bayam, brokoli, kangkung, dari selada sangat kaya dengan zat antioksidan, termasuk beta-karotin, falate dan lutein. Semakin hijau warna sayur-sayuran itu, semakin tinggi kandungan kandungan zat antioksidannya.

3. Bawang : Berbagai unsur kimia yang diduga mengandung zat-zat berkekuatan melawan kanker juga banyak ditemukan dalam sayuran berumbi, termasuk diantaranya bawang putih dan bawang merah. Zat-zat kimia yang dikandung dalam bawang merah atau putih diketahui mampu melawan timbulnya kanker usus besar, perut, paru-paru dan kanker hati. Bagi mereka yang banyak makan bawang merah, semakin kecil kemungkinannya bakal terkena serangan kanker lambung dan usus.

Bawang putih mampu mencegah timbulnya kanker dengan cara memacu kerja sistem kekebalan tubuh. Komponen-komponen belerang yang dikandung bawang putih itu mampu meningkatkan aktivitas zat macrophage dan T-lymphocyte, dua komponen dalam sistem kekebalan tubuh yang mampu menghancurkan sel-sel tumor.

4. Buah Jeruk : "Makanlah anggur, jeruk, lemon, dan jeruk limau seserin mungkin," kata ahli racun Herbert Pierson. Dia menamakan buah jeruk sebagai buah yang sangat lengkap kandungan zat anti kankernya, yaitu banyak mengandung carotenoid, flavonoid dan masih banyak lagi dan masih banyak lagi yang lainnya. Buah jeruk utamanya sangat efektif untuk menurunkan risiko dari serangan kanker pankreas.

Dalam suatu penelitian yang dilakukan di Swedia membuktikan, orang-orang yang memakan buah jeruk hampir setiap hari, bisa menurunkan kemungkinannya akan terserang kanker pankreas separoh hingga dua pertiganya, dibandingkan dengan orang-orang yang makan buah jeruk kurang dari sebuah dalam seminggunya.

5. Sayuran Dari Famili Cruciferea: Sayur-sayuran dari famili Crucifereae seperti misalnya bunga kol, kobis, lobak, terbukti bisa menurunkan kemungkinan terserang kanker payudara. Makan sayur-sayuran jenis itu mentah-mentah atau direbus setengah matang, sebab kalau direbus terlalu matang akan berakibat menghancurkan zat pelindung kanker dalam sayuran, yang namanya indoles.

Selain bisa mencegah timbulnya kanker payudara, sayuran jenis itu juga berkhasiat mencegah timbulnya kanker perut dan usus besar.

Penelitian yang dilakukan di negara bagian Utah, Amerika Serikat, membuktikan orang yang memakan mentah-mentah sayuran tersebut dalam jumlah banyak kemungkinannya terserang kanker usus besar 70% lebih rendah, dibandingkan dengan orang-orang yang sedikit makan sayuran jenis tersebut.

6. Kedelai : Kacang kedelai di ketahui mengandung paling tidak 5 komponen yang dipercaya bisa mencegah timbulnya kanker.  Untuk lebih jelasnya, salah satu komponen itu mirip dengan sejenis obat yang dinamakan tamoxifen, yang biasa digunakan untuk obat kanker payudara.

Dalam penelitian terhadap binatang, unsur-unsur pokok dalam kedelai diketahui berkhasiat memblokir pertumbuhan kanker usus besar, kanker kulit, dan jenis-jenis kanker lainnya, dengan cara memperlambat pertumbuhan dan pembelahan sel-sel kanker.

7. Kulit-Ari Gandum : Kulit-ari gandum ternyata mampu menurunkan risiko serangan kanker usus besar. Suatu penelitian di Rumah Sakit New York dan Cornell Medical Center menemukan bukti, pemberian satu ons roti kulit-ari gandum yang diberikan 2 kali sehari, bisa menyebabkan mengempisnya benjolan kanker usus yang sedang tumbuh.

8. Susu Rendah Lemak : Sementara lemak-jenuh dalam susu kelihatannya bisa merangsang tumbuhnya beberapa jenis kanker, suatu zat lain yang juga dikandung dalam susu itu ternyata juga bisa menghalangi timbulnya kanker.

Para peneliti di Institut Kanker Amerika menemukan bukti para peminum susu murni mempunyai risiko lebih tinggi bakal terserang kanker rongga mulut, perut, usus besar, paru-paru dan buah dada dibanding orang yang tak pernah minum susu.

Namun pada saat yang sama para peneliti itu juga menemukan bukti mereka-mereka yang meminum susu rendah lemak, lebih kecil kemungkinannya bakal mendapat serangan kanker rongga mulut, perut, rectum, dan kanker leher rahim dibandingkan dengan orang-orang yang tak pernah minum susu.

Para peneliti itu memperkirakan, beberapa elemen seperti kalsium, riboflavin, atau A, C dan D, mungkin bertindak sebagai zat-zat anti-kanker dalam suatu cara yang belum diketahui.

Lebih 5 Macam

UNTUK mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dari zat-zat pelindung terhadap serangan kanker dari jenis-jenis makanan yang Anda santap, makan 5 atau lebih macam sayuran setiap hari dalam menu makan Anda, begitu saran para peneliti di Institute Kanker Amerika. Menu itu bisa berujud setengah cangkir buah-buahan atau sayuran segar atau direbus setengah matang, satu cangkir sayuran daun segar, 6 ons jus buah atau sayuran untuk satu kali makan.


0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More