Hal itu disampaikan Dirjen Otonomi Daerah Kementrian Dalam Negeri Djohermansyah Djohan saat membuka acara Diseminasi Desain Besar Penataan daerah atau Desertada di Indonesia pada 2010-2025 di Grand Hotel Aquila, Jalan Pasteur, Kamis (9/6/2011).
"Pemekaran kecamatan dan desa atau kelurahan yang tumbuh cepat dan pesat membuat Indonesia memegang rekor dunia pemekaran daerah terbanyak," ujarnya.
Jumlah daerah otonom akan terus bertambah, karena saat ini masih ada 186 daerah yang meminta untuk dimekarkan. "Bayangkan jika itu semua terjadi pemekaran, akan berapa banyak daerah di Indonesia ini," kata Djohermansyah.
Hal ini menurut dia berbanding terbalik dengan fenomena di negara-negara lain, di mana justru reunited. "Banyak negara yang justru digabung atau dimerger. Bahkan ada yang dibuat secara teritorial development atau community development sepertu masyarakat Uni Eropa atau ASEAN," tambahnya.
Lebih lanjut dia mengatakan persepsi pemekaran daerah belum dipahami sepenuhnya oleh berbagai pihak, sehingga memunculkan tafsiran yang kurang pas dengan substansi penataan daerah sendiri.
"Makanya kami mengajak semua peserta mencermati seluruh substansi kebijakan daerah yang tertuang dalam Desertada ini," ujarnya dalam sambutan.
Dalam Desertada yang digelar selama sehari ini, hadir sekitar 200 peserta yang terdiri dari gubernur, DPRD provinsi, bupati dan walikota, serta DPRD kota dan kabupaten. Terlihat Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Wagub Jambi Fachrori Umar.



0 komentar:
Posting Komentar